Wirausaha Yang Memperhatikan Margin Pengamanan Penjualan Akan Menentukan

Wirausaha Yang Memperhatikan Margin Pengamanan Penjualan Akan Menentukan – Seperti yang kita ketahui bersama, permasalahan UKM sangatlah beragam. Kalau ditanya “Masalah apa yang dihadapi teman-teman UKM?”, biasanya jawabannya akan banyak. Namun kini saatnya sahabat UKM introspeksi diri, apa saja permasalahan utama yang menghambat berkembangnya usaha sahabat UKM? Apakah ini masalah modal? Atau apakah ini masalah pemasaran? Berdasarkan penelitian Pusat UKM FEB UI (2018), perkembangan UMKM di tanah air sebagian besar mengalami dua kendala utama yaitu kesulitan permodalan dan pemasaran. Untuk saat ini, mari kita bahas dulu masalah “PASAR”. Salah satu data yang menjelaskan mengapa UMKM sulit memperluas pasarnya adalah terkait rendahnya tingkat

Karena jumlah pengguna internet UKM hanya mencapai 5% (Bank Indonesia, 2019). Fakta ironis lainnya, proporsi ekspor UKM Indonesia hanya 14,3%. Komposisi ini tertinggal jauh dari Filipina (20%), Thailand (29%) dan Singapura (49%). Fakta ini menunjukkan bahwa menggapai potensi pasar UMKM di Indonesia masih belum optimal.

Wirausaha Yang Memperhatikan Margin Pengamanan Penjualan Akan Menentukan

Wirausaha Yang Memperhatikan Margin Pengamanan Penjualan Akan Menentukan

Sahabat UKM bisa memulai evaluasi atau introspeksi dengan bertanya pada diri sendiri, misalnya “bisnisnya sudah lama berjalan,

Tahun (1962 2012)aeronautika & Astronautika Itb By Download Bs E

Atau, “Saya sudah menggunakan media sosial, saya sudah punya toko online, tapi kenapa selalu meleset dari target peningkatan pendapatan penjualan?” Jika salah satu pertanyaan ini ada di benak Anda, kemungkinan besar teman UKM Anda mengalami kendala dalam akses pasar. Menghadapi permasalahan tersebut, apa yang harus sahabat UKM lakukan? Apakah Anda hanya mengeluh tentang masalahnya? Tentunya kita sebagai pelaku usaha harus memahami bagaimana kita bisa memperluas pasar. Lalu bagaimana kita dapat meningkatkan akses pasar? Berikut 7 hal yang perlu dipahami UKM.

“Know Your Product” alias Kenali Produk Anda. Agar suatu produk dapat terjual dengan baik, tentunya kita perlu mengetahui nilai keunggulan apa yang ditawarkan kepada konsumen atau biasa disebut dengan value proposition dari produk/jasa yang akan dijual. Memproyeksikan nilai superior memerlukan analisis pasar. Mulailah dengan mengidentifikasi mengapa pelanggan ingin membeli produk kita? Fitur apa saja yang ditawarkan produk kami? Apa manfaat/fitur produk kami? Misalnya kami menjual tas kulit dan kami memberikan layanan kustomisasi, artinya calon pembeli dapat meminta tas dibuat sesuai keinginannya, apapun model yang ada. Hal ini bisa menjadi salah satu keuntungan karena tidak semua penjual tas menyediakan layanan ini. Contoh lainnya adalah kami memproduksi brownies panggang dengan keunggulan brownies panggang kami harum dan memiliki variasi rasa yang unik seperti 3-5 rasa dalam satu loyang brownies. Dengan merancang dan memahami keunggulan produk yang dicari pelanggan, kita dapat mengetahui karakteristik calon pelanggan yang mungkin tertarik dengan produk kita.

Nilai keunggulan dilihat dari beberapa aspek seperti: harga, kemasan, kualitas, desain, kecepatan, kesiapan 24 jam, kenyamanan, citra merek, penyesuaian, pilihan yang beragam, garansi, layanan pengiriman atau program cicilan 0%, dll. Semakin banyak nilai manfaat yang kita berikan pada produk kita, semakin tinggi kemungkinan produk tersebut terjual. Nilai Keunggulan juga dapat tercipta dari bahan baku, kisah proses produksi, kualitas produk yang dihasilkan, kepraktisan kemasan, bahkan pelayanan distribusi penjualan (contoh: dapat dibeli secara online di berbagai pameran, katalog online adalah lengkap di jejaring sosial, dapat menerima berbagai jenis metode pembayaran, dapat dicicil, merupakan jaminan, dll). Semakin tinggi nilai yang kita berikan pada produk kita, semakin tinggi pula peluangnya untuk terjual.

Dari ulasan sebelumnya sobat UKM harus benar merancang keunggulan produk kita, kini sobat UKM juga harus mengetahui dengan baik “Apa segmen pasar dari usaha kita?”. Bisa jadi sobat UKM disini terus stagnan omzetnya karena salah dalam menentukan segmen pasar. Karena secara umum, ketika segmen pasar yang kita bidik tepat dan spesifik berdasarkan keunggulan produk, maka akan lebih mudah menarik konsumen. Namun tidak sedikit pula UKM yang enggan melakukan segmentasi pasar karena ingin menjual kepada semua orang. Faktanya, UKM tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menciptakan produk yang dapat memuaskan semua orang. Selain itu, UKM tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memasarkan produknya kepada semua orang.

Annual Report 2009 By Yudi Vitrian

Segmentasi pasar sangat penting bagi sobat UKM karena dapat membuat proses dan upaya perluasan pasar menjadi lebih terarah, terarah dan efektif. Hal ini semakin penting karena nilai keunggulan produk pada umumnya bersifat relatif untuk berbagai segmen. Misalnya saja bagi Alik, produk Kripik X dinilai lebih unggul karena rasanya yang enak dan harganya yang terjangkau; Sedangkan bagi Echy, produk yang dimaksud oleh Produser tersebut jelas belum tentu. Jika semakin banyak orang seperti Alik, apakah bijak jika memperbaiki paket untuk meningkatkan penjualan ke segmen konsumen seperti “echy” dengan risiko kehilangan mayoritas konsumen seperti “Alik”?

J.CO Donuts & Coffee merupakan perusahaan yang menjual donat dan minuman lainnya seperti yoghurt dan kopi dengan kisaran harga donat 8 ribu dan kopi dan yoghurt 30 – 60 ribu. J.CO Donuts & Coffee tersedia di berbagai negara dan cenderung menyasar perkotaan, biasanya di pusat perbelanjaan. Segmentasi demografinya adalah pelajar dan pekerja kantoran berusia kurang lebih 18 – 45 tahun, Jenis Kelamin: Laki-laki dan perempuan. Segmentasi geografisnya adalah masyarakat yang tinggal di kota besar karena J.Co Donuts & Coffee menyasar mall. Dari segi Segmentasi Psikografis, J.CO Donuts & Coffee menyasar masyarakat kelas menengah atas dengan gaya hidup modern yang senang bekerja, belajar, bertemu atau bertemu teman di kedai kopi, serta menyukai makanan dan minuman yang memiliki brand image berkualitas tinggi. Kemudian Segmentasi Perilaku adalah kelompok usia muda – masyarakat aktif bekerja produktif.

Pendapatan Sahabat UKM dari mana? Apakah hanya sekedar membeli barang lalu mengembalikannya sehingga kita mempunyai selisih margin dari transaksinya? Atau misalnya kita hanya menerima pemasukan usaha berupa menyewakan wisma yang kita miliki? Sebelum menganalisis pendapatan bisnis, kita harus memahami terlebih dahulu model bisnisnya. Model bisnis adalah suatu pola atau aktivitas yang menjelaskan suatu bisnis menghasilkan pendapatan. Untuk menghasilkan pendapatan bisnis, ada banyak jenis aliran pendapatan yang dapat kita pilih untuk diinovasi dalam model bisnisnya. Berbagai sumber pendapatan bisnis antara lain sebagai berikut:

Wirausaha Yang Memperhatikan Margin Pengamanan Penjualan Akan Menentukan

Pemasaran saat ini dapat dilakukan melalui dua saluran distribusi, yaitu langsung dan tidak langsung. Saluran distribusi langsung dilakukan secara langsung antara produsen dan konsumen tanpa perantara, sedangkan distribusi tidak langsung dilakukan melalui perantara, misalnya produsen menggunakan sistem reseller dan reseller tersebut menjual kepada konsumen.

Bisnis Indonesia 20 Juni 2023

Jalur distribusi dapat dilakukan secara offline dan online. Apakah keduanya perlu dilakukan? Jawabannya tergantung model bisnis kita, dari mana pendapatan bisnis kita berasal. Jualan online bukan berarti offline. Pendistribusian secara offline dapat dilakukan melalui hal-hal sebagai berikut:

Seperti yang sahabat UKM ketahui, di era sekarang ini para UKM berbondong-bondong memanfaatkan pemasaran online. Mengapa demikian? Perlu diketahui sahabat UKM semua, bahwa nilai transaksi bisnis online di Indonesia pada tahun 2019 berkisar Rp. 290 miliar, selain itu, sekitar 96% pengguna internet Indonesia menggunakan internet untuk mencari produk/jasa untuk dibeli secara online (Sumber: We Are Social, 2019, Katadata.co.id). Ini merupakan kesempatan yang sangat besar bagi sahabat UKM semuanya. Melalui jalur distribusi online ini, sahabat UKM dapat menjangkau wilayah pasar yang lebih luas meskipun lokasi fisik usahanya hanya di 1 wilayah. Tentunya jangkauan yang lebih luas berpeluang meningkatkan omzet sahabat UKM semuanya. Jadi media digital apa yang ada di sana? Media digital dapat dijadikan “showroom online” seperti media sosial (Instagram, Facebook), website. Dapat juga digunakan sebagai media penjualan untuk melayani transaksi penjualan seperti marketplace (Tokopedia, Shopee, Bukalapak) atau media digital lainnya seperti Gofood dan Grabfood.

Sahabat UKM pernah mendengar “Persahabatan membawa keberuntungan?” Nah, pepatah ini kurang lebih menjelaskan bahwa sobat UMKM semua perlu mengelola hubungan pelanggan dengan baik agar bisa membuka pintu kekayaan lebih banyak alias memperluas akses pasar. Tidak sedikit pelanggan baru yang datang karena mendapat referensi dari pelanggan lama. Misalnya Mbak Farah yang sedang mencari hijab syariah yang nyaman dan trendi. Lalu Bu Farah bertanya pada temannya Bu Aisyah. Aisyah pun memberikan rekomendasi tempat yang bisa menyediakan hijab syariah karena menurut Aisyah, membelinya di sana sangat nyaman. Tidak hanya produknya yang sesuai ekspektasi, pelayanan administrasinya juga ramah, dan tak jarang Aisyah mendapat tambahan bros di setiap pembelian hijab. Meski belum ada informasi bahwa setiap pembelian akan mendapat bros.

Apakah sobat UKM sudah memiliki strategi pemasaran dalam menjalankan bisnisnya selama ini? Atau mungkin sobat UKM beranggapan hanya perusahaan besar saja yang cocok menerapkan strategi pemasaran, sedangkan bisnis dengan omzet mikro atau kecil tidak memerlukan strategi pemasaran? Dalam menjalankan bisnis, strategi pemasaran yang tepat merupakan kunci penting kesuksesan bisnis. Sebagai gambaran, bisa saja suatu produk memiliki kualitas yang pas-pasan, namun berkat kemampuan dan strategi pemasaran yang baik, produk tersebut dapat diterima dengan baik di pasaran dan mampu bertahan lama. Jadi, tidak hanya perusahaan besar saja, semua kategori UKM sangat membutuhkan manajemen pemasaran. Lantas, bagaimana sobat UKM memahami strategi pemasaran? Strategi pemasaran sebenarnya mencakup 4 elemen kunci, yang tercantum di bawah ini.

Produk Kreatif Dan Kewirausahaan (selesai)

Produk atau Jasa (Product): Apabila terdapat 2 produk cabai yang sama-sama enak, mempunyai harga yang sama, mempunyai kemasan yang sama bagusnya, keduanya tidak mengandung bahan pengawet buatan, keduanya juga mempunyai Izin Edar; bedanya, 8 jam pertama basi, dan 1 minggu kedua; Yang pertama harus dibeli dengan datang ke toko, yang kedua bisa dipesan melalui WhatsApp lalu diantar. Produk mana yang menurut Anda lebih mudah dijual, yang pertama atau yang kedua? Dalam sebuah strategi pemasaran, perancangan nilai keunggulan produk (value proposition) menjadi hal pertama yang harus diperhatikan, disesuaikan dengan karakteristik segmen konsumen.

Cara menentukan target penjualan, cara menentukan harga produk yang akan dijual, cara menentukan harga barang yang akan dijual, menentukan harga pokok penjualan, perhitungan margin penjualan, margin penjualan adalah, cara menentukan harga pokok penjualan, cara menentukan margin harga jual, menentukan harga penjualan, cara menentukan margin penjualan, cara hitung margin penjualan, cara menghitung margin penjualan

You May Also Like

About the Author: Reza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *