Renungan Yoh 3 16 18

Renungan Yoh 3 16 18 – “Sebab begitu besar kasih Allah terhadap dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Senang rasanya mengetahui ada yang mencintai kita. Dicintai bukan tentang apa yang kita berikan atau apa yang kita lakukan. Dicintai apa adanya. Cinta terus berlanjut meski kita berada dalam situasi di mana kita tidak bisa memberikan kebaikan apa pun kepada orang yang kita cintai. Dia tidak akan meninggalkan kita dalam keadaan apapun. Dia masih bersama kita. Dia hanya suka saat kita sudah besar. Dia tidak kecewa. Kasih-Nya selalu menyertai kita dalam keadaan apa pun, bahkan saat kita lemah sekalipun. Cinta seperti ini adalah cinta yang tidak pernah berakhir.

Renungan Yoh 3 16 18

Renungan Yoh 3 16 18

Beginilah cara Tuhan mengasihi kita. Apapun yang kita lakukan, sukses atau gagal, kasih-Nya tidak pernah berubah. Ayat Alkitab hari ini memberi kita rasa aman dan kepastian bahwa kita benar-benar mencintai. Dia telah menunjukkan kasih-Nya yang besar. Tidak ada yang tidak dia pedulikan atau bantu. Ketika kota kehidupan berserah kepada-Nya, Ia menemani kita menghadapi segala persoalan, memberi jalan keluar, dan mengurus kelemahan-kelemahan kita. Tuhan mendengar, Tuhan peduli, dan Tuhan turun tangan menolong kita.

Hidup Yang Baru [raka Joyful]

Kita hanya perlu percaya, melepaskan semua ketakutan kita, melepaskan semua beban kita, dan percaya pada kasih dan kebaikan-Nya yang tak terhingga terhadap kita. Peran kita adalah bereaksi secara tepat terhadap situasi tersebut. Tidak mudah menyikapi situasi sulit dengan berpikir positif. Saat dihadapkan pada rasa takut dan situasi yang tak tertahankan, kita mudah berkecil hati dan menyerah. Sangat mudah untuk menemukan jalan pintas yang terlihat mudah. Namun, yakinlah bahwa Dia mengasihi kita dan bersedia membantu kita.

Kasih-Nya tersedia bagi kita di setiap momen kehidupan kita. Betapapun kelamnya masa lalu, kasih-Nya mampu mengangkat dan menyucikan kita. Saat masa depan kita tampak gelap, kasih-Nya menerangi jalan kita dan memberi kita rasa aman. Kasih-Nya menyelamatkan dan tidak menghukum kita. Kasih-Nya memberikan kekuatan, penghiburan, pengharapan dan tidak pernah mengecewakan. Semoga kasih-Nya yang sempurna senantiasa mengisi hidup kita sehingga kita dapat mengasihi Tuhan dan sesama dengan kasih sayang yang kita terima dari-Nya. Amin, Yesus berkata dalam percakapannya dengan Nikodemus, “Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Dia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dunia bukan untuk menghukum dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

Siapa pun yang percaya padanya tidak akan dihakimi. Tetapi barangsiapa tidak percaya, ia sudah dihukum, karena ia tidak percaya kepada peniruan Anak Tunggal Allah. Kini hukumnya adalah jika terang itu lahir dan manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang karena perbuatannya jahat.

Selama retret para pendeta, imam kepala akan mengingatkan dan mendesak agar saudara-saudaranya ikut serta dalam retret. Jangan pernah menggunakan mimbar gereja sebagai tempat dan kesempatan untuk marah atau mengungkapkan kekhawatiran Anda terhadap orang lain. Sebab mimbar merupakan tempat penginjilan. Kabar baiknya adalah Tuhan kita bukanlah Tuhan yang menghukum, tapi Tuhan yang menyelamatkan.

Mtpj 16 22 April 2023

Yesus, Putra Tunggal Allah, tidak diutus ke bumi untuk menghukum dan menghakimi, namun untuk menyelamatkan seluruh manusia dan seluruh ciptaan. Ini adalah kabar baik bagi semua orang. Tuhan Bapa mengasihi semua orang tanpa kecuali. Tuhan tidak hanya mengasihi orang Kristen. Cintanya pada semua orang

Injil ini harus diberitakan kepada semua bangsa dan umat. Apakah kita percaya pada firman Tuhan seperti yang diungkapkan Yohanes Penginjil dalam perikop ini? Jika Anda masih meragukan kesaksian Yohanes, bacalah lagi dan pikirkanlah. Penginjil dan rasul termuda di antara para rasul ini memahami bahwa tidak semua orang percaya dan menerima ajaran ini. Oleh karena itu, dalam tiga ayat ini (3:16-18), beliau mengulangi kata “iman” sebanyak empat kali untuk meyakinkan para pendengarnya.

Tuhan Yesus Kristus, tingkatkan iman kami kepada-Mu. Gerakkan hati kami agar kami dapat membagikan kabar baik Anda kepada tetangga kami. Amin

Renungan Yoh 3 16 18

Albertus lahir pada tahun 1206 di Lavingen, sebuah danau kecil di sungai Donau di Jerman selatan. Orang tuanya adalah bangsawan kaya di Bolstadt. 3:16-21: Kemurahan Tuhan sungguh besar!

Nikodemus Kebutuhan Seorang Yang Berpendidikan

Dalam percakapannya dengan Nikodemus, Yesus berkata: “Begitu besar kasih Allah terhadap dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dunia bukan untuk menghukum dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Siapa pun yang percaya padanya tidak akan dihakimi. Tetapi barangsiapa tidak percaya, ia sudah dihukum, karena ia tidak percaya kepada peniruan Anak Tunggal Allah. Sekarang penghakimannya adalah jika terang lahir dan manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang karena perbuatannya jahat. Karena orang yang berbuat jahat membenci terang, ia tidak datang kepada terang agar perbuatan jahatnya tidak terlihat; Namun orang yang berbuat baik akan mendapat cahaya agar amalnya terlihat.

Selama beberapa hari terakhir, saya membaca buku berjudul: “Testimone della Misericordia.” Il mio viaggio con Francesco” diterbitkan oleh Garzanti Publishing, Milan, Italia. Buku tersebut berisi wawancara antara jurnalis senior RAI Italia dan Vaticanita, Raphael Luiz, dan Kardinal Walter Kasper. Di awal buku terdapat pertanyaan dari Raphael sebagai berikut: “Apa pendapat kardinal tentang perkataan Paus Fransiskus saat kunjungannya ke Molise pada bulan Juli 2014 bahwa: “Rahmat Tuhan adalah nubuatan dunia yang baru dan adil? Kardinal Walter Kasper menjawab: “Pernyataan Paus Fransiskus sangat baik dan menarik. Sesungguhnya belas kasihan Tuhan adalah penggenapan dan kebenaran seutuhnya, karena manusia tidak menginginkan sekedar pengakuan hukum, tetapi cinta yang melampaui segalanya.

Kata-kata Paus Fransiskus yang diungkapkan dengan baik oleh Kardinal Walter Kasper ini semakin mempertegas nama Paus Fransiskus sendiri sebagai Paus Kerahiman Tuhan. Paus Fransiskus sering mengatakan bahwa belas kasihan Tuhan itu besar dan selalu mengalir kepada manusia seperti sungai kehidupan. Pada Minggu Kerahiman, 3 April 2016, Paus Fransiskus mengatakan bahwa Injil Kerahiman selalu merupakan buku terbuka karena menunjukkan aliran belas kasihan Tuhan kepada manusia. Dia berkata: Alkitab adalah buku tentang belas kasihan Tuhan yang harus dibaca dan dibaca ulang, karena segala sesuatu yang Yesus katakan dan lakukan adalah ekspresi belas kasihan Bapa-Nya. Pada saat yang sama, Paus mengingatkan kita akan panggilan untuk menjadi penulis Injil kehidupan, yaitu mereka yang dapat mewartakan Injil sebagai kabar baik kepada semua pria dan wanita di dunia saat ini. Perkataan Paus Fransiskus ini menegaskan apa yang beliau sampaikan dalam Bulla Misericordiae Vultus bahwa Yesus Kristus benar-benar menampakkan wajah Allah Bapa dalam belas kasihan kepada manusia.

Kita semua berjalan bersama pada suatu hari Minggu di Tahun Yobel Kerahiman Ilahi ini. Ada pula yang menunjukkan kecintaannya terhadap kemurahan Tuhan dengan jalan-jalan ke gereja, melewati pintu suci, dan berniat baik untuk berpindah agama. Bagaimana denganmu? Apakah Anda juga ikut bersama gereja dalam kerajaan belas kasihan Tuhan dan ingin mendengar belas kasihan Tuhan? Sungguh rahmat Tuhan itu besar dan agung dan harus kita rasakan dalam hidup kita. Oleh karena itu, haji saja tidak cukup, pengalaman belas kasihan yang terbaik adalah ketika kita dengan jujur ​​dan ikhlas mengaku dosa dan memiliki kerendahan hati.

Yohanes 3:18 Anak Anakku! Janganlah Kita Mengasihi Hanya Dengan Kata Kata Belaka. Kita Harus Saling Mengasihi Dengan Kasih Yang Sejati, Yang Dibuktikan Dengan Perbuatan.

Hari ini kita membaca dan merenungkan Injil melalui percakapan yang sedang berlangsung antara Yesus dan Nikodemus dalam Injil Yohanes. Mereka justru berbicara tentang betapa besarnya rahmat Tuhan bagi manusia di dunia ini. Tuhan Yesus sudah menjelaskan kepada Nikodemus tentang rencana keselamatan sang ayah bahwa ia akan mempersembahkan putra semata wayangnya dalam permainan penyaliban hingga kematiannya. Yesus sudah mengetahui bahwa ia akan melakukan semua itu, namun karena kemurahan dan kasih sayang ayahnya terhadap orang-orang di dunia, ia pun menuruti kemauan ayahnya.

Sekarang Yesus melanjutkan kata-katanya kepada Nikodemus sebagai berikut: “Besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” – Yohanes 3:16. Apa yang ingin Tuhan Yesus sampaikan kepada Nikodemus dan kita semua yang membaca dan mendengar Injil hari ini? Tuhan Yesus ingin menekankan bahwa keselamatan adalah rencana Allah Bapa. Jadi dia mengambil langkah pertama untuk menyelamatkan umat manusia. Caranya adalah dengan memberikan Putra Tunggal-Nya, Yesus Kristus sendiri. Jadi dapat dikatakan bahwa “memberikan anak laki-laki satu-satunya” adalah wujud belas kasih Bapa yang tertinggi kepada manusia.

Sabda Tuhan Yesus, “Sebab kasih Allah sama besarnya dengan ciuman” (Yunani: egapesen) atau “Besarnya belas kasihan Bapa” bagi umat merujuk pada peristiwa evangelisasi, dimana firman menjadi seseorang. Yesus Kristus dia tinggal bersama kami. Makna Paskah yang sebenarnya adalah Kristus. Dalam hal ini kematian Yesus Kristus merupakan wujud atau perwujudan kasih Tuhan atau agape terhadap keselamatan dunia. Syarat penting untuk menjalani hidup adalah selalu percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah yang tunggal, Juru Selamat kita yang satu-satunya.

Renungan Yoh 3 16 18

Besarnya belas kasihan Allah Bapa dapat dilihat dalam misi Yesus. Dia tidak datang untuk menghakimi dunia, namun untuk menyelamatkannya. Oleh karena itu, iman dan kepercayaan kepada Tuhan Yesus sebagai anak Tuhan yang tunggal sangatlah diperlukan. Yesus juga menunjukkan belas kasihan Allah sebagai terang bagi dunia. Dia datang ke dunia sebagai terang dunia untuk memberikan terang kepada mereka yang hidup dalam kegelapan karena dosa, agar mereka pun dapat memiliki pertobatan sejati. Mereka bisa merasakan belas kasihan Tuhan

Supaya Kita Selamat

Renungan yoh 1 1 18, renungan lukas 16 10 18, renungan kejadian 18 16 33, renungan matius 16 18, renungan 2 timotius 3 16, renungan matius 2 16 18, renungan amsal 3 ayat 16, renungan yohanes 3 16 21, renungan 1 yohanes 3 18, renungan yoh 3 16, renungan 2 korintus 4 16 18, yoh 3 16

You May Also Like

About the Author: Reza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *