Renungan Keluaran 20 1 17

Renungan Keluaran 20 1 17 – Dengan kata-kata tersebut beliau ingin mengingatkan kita bahwa Dialah Tuhan kita yang selalu menyertai dan menyertai kita sepanjang hidup ini. Melalui itu pula, Ia menyatakan diri-Nya sebagai Allah penebus.

Berikut adalah perintah pertama hingga keempat. Semuanya diajarkan bagaimana kita menunjukkan ketaatan dan kasih kita kepada Tuhan

Renungan Keluaran 20 1 17

Renungan Keluaran 20 1 17

Perhatikanlah firman Tuhan di atas! Kata tuhan dalam huruf kecil mengacu pada tuhan palsu atau tuhan buatan manusia.

Artikel Gereja Toraja

Perintah pertama masih berlaku bagi kita. Kita tidak boleh menyembah atau memperbudak dewa lain, misalnya percaya pada kekuatan gaib dan takhayul atau memperbudak diri sendiri pada kemewahan, uang, pengetahuan, fashion, dan sebagainya.

Kata “Ada Padmullah” berarti percaya pada diri sendiri, memiliki harapan dan menemukan kekuatan. Karena kita mempunyai Tuhan yang kita percayai dan kita juga telah menjadi milik Tuhan yang hidup, maka kita tidak perlu lagi percaya dan tunduk pada tuhan atau kekuatan lain selain Tuhan kita.

Perintah kedua: “Jangan membuat bagimu sendiri patung apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bawah bumi, atau yang ada di dalam air di bawah bumi, jangan sujud kepadanya atau menyembahnya.” Sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalas kesalahan bapak-bapak kepada anak-anak-Ku, kepada generasi ketiga dan keempat, yang membenci Aku, namun Aku akan setia mengasihi ribuan orang, sekalipun kepada mereka yang mengasihi Aku. Peliharalah perintah-Ku.” (Keluaran 20:4-6)

Perintah ketiga: “Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, karena Allah akan menghakimi mereka yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan” (Keluaran 20:7).

Menyelesaikan Dengan Baik

Perintah ini mengingatkan kita akan kesucian nama Tuhan. Dalam bahasa Ibrani, nama Tuhan adalah YHWH yang artinya “Aku (aku) ada, aku (aku) ada” (Kel. 3:14). Dengan nama ini, Tuhan ingin mengumumkan bahwa Dia selalu ada untuk menolong dan mendapatkan kita.

Dalam kitab Perjanjian Baru, nama Tuhan semakin jelas muncul dalam pribadi Kristen Yesus Kristus, yang disebut Juru Selamat.

Perintah Keempat: “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat; Enam hari lamanya kamu harus bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu, maka kamu tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun, baik kamu, anakmu, maupun kamu sendiri. Anak perempuanmu, atau hamba laki-lakimu, atau budakmu, atau binatang apa pun atau orang asing yang ada di tempat tinggalmu, Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya dalam enam hari dan beristirahat pada hari ketujuh, maka Tuhan memberkati. dan menguduskan hari Sabat” (Kel 20:8-11)

Renungan Keluaran 20 1 17

Waktu atau hari yang dipersembahkan kepada Tuhan memberi kita waktu untuk merenungkan makna dan tujuan hidup kita di hadapan Tuhan, sehingga kita dapat menemukan rencana/rencana Tuhan di dalamnya.

Keluaran 22:1 17 Hukum Dan Peraturan Yang Diberikan Oleh Allah

Kata Minggu berasal dari kata Portugis “Domingo” yang berarti “Tuhan”. Kecuali hari Minggu adalah hari Tuhan, atau hari kemenangan Tuhan

Perintah kelima: “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu” (Keluaran 20:12).

Orang pertama yang harus kita hormati adalah orang tua kita karena merekalah yang pertama kali menjalin hubungan dengan kita. Selain itu, frasa ini merujuk pada orang yang lebih tua dari kita, seperti tokoh agama, guru, pemerintah, atasan kita, dan lain-lain.

Selama mereka melaksanakan tugasnya sesuai dengan kehendak Allah, hendaknya kita mengikuti mereka dan menaatinya dengan ikhlas. Sebab tugas utama orang tua adalah mewariskan kepada anak-anaknya kisah karya penyelamatan Tuhan (Ulangan 6:4-9).

Sepuluh Perintah Tuhan

Melalui perintah ini, kita didorong untuk menghargai kehidupan manusia. Inilah sebabnya mengapa hidup adalah anugerah yang luar biasa dari Tuhan.

Pengaturan ini mengungkapkan kehendak Allah agar kesucian pernikahan dan seluruh kehidupan seksual dijunjung tinggi sebagai anugerah besar dari Allah. Pernikahan mewakili persekutuan antara Kristus dan Gereja-Nya, dan tubuh kita adalah tempat tinggal Roh Kudus (Matius 5:27-28; Efesus 5:28-32; 1 Korintus 6:18-20).

Perkataan yang kita ucapkan adalah alat Tuhan untuk membangun hubungan dan persekutuan dengan sesama manusia. Melalui perintah ini, kita diingatkan sebagai saksi Kristus di tengah dunia ini untuk selalu jujur ​​dan menyampaikan kebenaran.

Renungan Keluaran 20 1 17

Perintah Kesepuluh: “Jangan mengingini rumah sesamamu; Jangan mengingini istrinya, atau hambanya, atau hambanya, atau lembunya, atau ternaknya, atau apa pun yang menjadi milik sesamamu. (Keluaran 20:17)

Tetap Lakukan Yang Baik…”

Perintah kesepuluh ini lebih bersifat internal, yaitu tentang keinginan. Kalau kita bisa mengendalikan hawa nafsu, tentu kita tidak akan mau menguasai kekayaan orang lain.

Inilah sepuluh kata atau hukum Taurat yang harus kita pahami sebagai anugerah kasih Tuhan kepada bangsa Israel di masa lalu dan tentunya berlaku bagi kita saat ini.

Lihat semua kiriman dari Dayak Maanyan, Dayak Lawangan, Indonesia, Kristen, Blogger, Penulis, Desainer, Pemikir, Teolog dan Hamba Tuhan Lia Afi

Nama saya Lia Afriliani. Saya menciptakan dunia saya dengan jiwa saya. Apa yang Anda katakan tentang saya, karena Anda tidak dapat menghilangkan martabat saya dengan kata-kata Anda!

Bacaan Liturgi Jumat, 28 Juli 2023

Renungan roma 1 16 17, keluaran 20 17, renungan ulangan 8 1 20, renungan matius 20 17 19, renungan matius 1 1 17, renungan matius 1 ayat 1 sampai 17, renungan matius 3 1 17, renungan roma 8 1 17, renungan lukas 17 20 37, renungan yohanes 17 20 26, renungan matius 20 17 28, renungan keluaran 33

You May Also Like

About the Author: Reza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *