Orang Farisi Dan Ahli Taurat Adalah

Orang Farisi Dan Ahli Taurat Adalah – Ketika Yesus selesai mengajar, orang Farisi itu mengundang dia ke rumahnya untuk makan. Dia memasuki rumah dan duduk untuk makan. Orang-orang Farisi terkejut ketika mengetahui bahwa Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya, Hai orang-orang Farisi, kamu telah membersihkan bagian luar cawan dan dinding, tetapi bagian dalammu penuh dengan kerusakan dan dosa. Bodoh, bukankah Dia menciptakan lahiriah dan batiniah? Tetapi berikanlah sesuatu dengan cinta, maka segala sesuatunya pasti akan murni bagimu.” (Lukas 11:37-41)

Orang-orang Farisi berpaling ketika mereka menyadari bahwa Yesus tidak mengangkat tangan-Nya ke arah laut (Lukas 11:38). Mencuci tangan adalah hal yang umum di kalangan orang Farisi tetapi bukan bagian dari hukum Perjanjian Lama. Mungkin dalam upaya untuk mencapai kekudusan pribadi yang mendalam, beberapa orang Farisi memberikan hak kepada orang-orang kudus yang sebelumnya hanya diberikan kepada para imam. Berlebihan!!!

Orang Farisi Dan Ahli Taurat Adalah

Orang Farisi Dan Ahli Taurat Adalah

Benar juga bahwa Yesus hidup di dalam Tuhan, tetapi dia tidak menerima perilaku orang Paris seperti ini. Keterkejutan tuan rumah dijadikan kesempatan oleh Yesus untuk mengatakan bahwa orang Farisi salah dalam memandang hal-hal lahiriah. Apa gunanya penyucian lahiriah jika hati dan jiwa manusia selalu digelapkan oleh dosa?

Pelita Hati: 14.10.2021

Tanggapan Yesus terhadap kata-kata yang penuh kuasa ini menegaskan beberapa ajarannya. Kenajisan/kotoran batin yang patut atau kita khawatirkan bukanlah sekedar seremonial, melainkan kenajisan/kotoran batin yang berupa perilaku berdosa. Penyangkalan, kesombongan, keangkuhan, hawa nafsu, kedengkian dan sejenisnya semuanya menajiskan kita.

Kita semua sepakat bahwa perkataan dan tindakan kita bergantung pada kondisi hati kita. Jika kita membiarkan bagian diri kita yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, maka perkataan dan perbuatan kita akan suci (Lukas 11:41). Tantangannya adalah bagaimana kita membiarkan api pemurnian Roh Kudus menyucikan kita sehingga kita dapat melihat dan mengalami kebebasan baru dan kekuatan baru ketika kita berusaha untuk menaati perintah-perintah Allah? Namun, jika kita hanya mendengarkan tindakan kita, kita tidak akan masuk ke dalam hati dan kehidupan baru yang sangat ingin diberikan Yesus kepada kita.

Dalam doa hari ini kita akan meminta Roh Kudus untuk menunjukkan kepada kita semua tempat yang memerlukan pembersihan. Roh Kudus-Nya akan dengan lembut menunjukkan kepada kita di mana kita merasa iri, ketika rekan kerja kita dipuji oleh atasan kita, ketika kita marah atas perkataan yang keluar dari mulut orang-orang yang kita kasihi, atau ketika kita menikmati pikiran-pikiran nafsu di otak kita. Solusi terhadap segala bentuk kenajisan lainnya adalah dengan segera mengaku dosa dan memohon penyucian dengan kuasa darah Yesus.

DOA: Roh Kudus, lihatlah hatiku hari ini dan tunjukkan di mana aku membiarkan dosa mengakar dalam diriku. Kuatkan aku dengan suara-Mu agar aku segera datang kepada Yesus untuk penyucian. Basuhlah aku dengan darah Kristus, agar segala sesuatu yang kulakukan mengalir dari hati yang murni. Amin.

Memilih Jalan Terbaik Dalam Hidup Ini

KEMBALINYA PIKIRAN YANG TIDAK MENJAUHI KEMUNANITAN” di website/blog PAX ET BONUM http://cepatanorangofs.wordpress.com; Bagian: 21-10 MEMORI ALKITAB OKTOBER 2021.

Kategori: 21-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2021 Tag: INJIL LUKAS, KEMUNAPAN, YESUS KRISTUS, YESUS MALU PADA PAROKI DAN Ahli Taurat, Yesus Tidak Cuci Tangan Sebelum Makan Siapakah Orang Farisi Menurut Ceritanya. Keberadaan sekte Farisi lahir sekitar abad ke 3 SM. Orang Farisi sendiri mengartikan “terpisah”, sehingga tujuan bagian ini adalah untuk memisahkan diri dari ajaran orang kafir, yang mereka anggap “mencemari” gagasan budaya Yahudi (lih. 1 Markus 1:11; 2 Markus 4). :14).

Pertanyaan: Dalam Kitab Suci, orang Farisi sering disebut-sebut sebagai orang yang sering menentang Yesus. Siapa mereka sebenarnya?

Orang Farisi Dan Ahli Taurat Adalah

Jawaban: Menurut sejarah, sekte Farisi muncul sekitar abad ke-3 SM. Orang Farisi sendiri mengartikan “terpisah”, sehingga tujuan bagian ini adalah untuk memisahkan diri dari ajaran orang kafir, yang mereka anggap “mencemari” gagasan budaya Yahudi (lih. 1 Markus 1:11; 2 Markus 4). :14).

Gii Hok Im Tong

Selama penganiayaan raja Antiokhia, orang Farisi dipandang sebagai orang Yahudi yang membela agama dan adat istiadat Yahudi. Banyak dari mereka menjadi martir (1 Markus 1:41).

Inilah sebabnya mengapa sekte Farisi sering disebut sekte Yahudi Puritan, itulah sebabnya sekte ini menjadi golongan kehormatan pada zaman Yesus. Paulus setuju bahwa Paulus adalah pendukung kaum Farisi yang percaya pada kebangkitan tubuh (lih. Kis 23:6). Orang Farisi dan Sadukilah yang menyerahkan Yesus untuk dibunuh.

Orang-orang Farisi mengadili Yesus karena penghujatan, dan orang-orang Saduki menentang Yesus karena Yesus mengajarkan tentang kebangkitan, namun mereka tidak percaya. Setelah kebangkitan Yesus dan konflik dengan Roma (66-135), orang Farisi justru diidentikkan dengan orang Yahudi.

Berkat mereka, dunia Barat mulai mengenal Yudaisme (agama Yahudi) yang bercirikan keteguhan religiusitas dan patriotisme dalam ajaran dan tradisi Yahudi.

Renungan Mingguan 16 Februari 2020

Sekitar tahun 200, orang-orang Yahudi “mengedit” kumpulan pendapat dan keputusan para rabi, yang disebut Mishnah, yang menjadi dasar ringkasan ajaran Yahudi yang disebut Talmud.

Sesungguhnya dengan niat baik mereka mempersiapkan jalan bagi ajaran umat Kristiani, ajaran mereka yang berlandaskan Tuhan Yang Maha Esa (tauhid), ajaran para nabi dan keyakinan akan kebangkitan.

Namun orang Farisi selain memiliki semangat yang kuat, menjadi sombong dan mementingkan pekerjaan yang paling penting, membutuhkan tindakan tertentu, sehingga mengabaikan kata-kata penting hukum moral yang berarti cinta dan keadilan.

Orang Farisi Dan Ahli Taurat Adalah

Inilah yang dikritik Yesus (lih. Mat 23:23-28) dan mereka ingin menangkap Yesus atas kritik ini. Di mata mereka, Yesus melanggar hukum dengan “melakukan perbuatan”, yaitu memelihara hari Sabat, melakukan hubungan intim dengan pemungut cukai dan pelacur, tetapi yang terpenting dengan mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah.

Renungan Harian 27 Maret 2023 “tidak Menghukum”

Mereka tidak dapat memahami bahwa Yesus berkata bahwa Ia berasal dari Bapa (Yohanes 8:42) dan sudah ada sebelum Abraham (Yohanes 8:58). Ketika mereka menantikan Mesias, gambaran dan harapan mereka terhadap Mesias adalah bahwa Mesias adalah seorang pemimpin/raja, sehingga mereka tidak bisa menerima Yesus yang bukan raja tetapi seorang miskin, seorang tukang kayu. Nazaret.

Pendapat ini tidak berubah di kalangan orang Farisi/Yahudi setelah kebangkitan Yesus: banyak dari mereka yang tidak percaya bahwa Mesias yang dibicarakan Tuhan datang ke dunia sebagai hamba yang mati di kayu salib. Ini adalah masalah abu-abu bagi mereka. Paulus berkata:

Di mana orang bijak itu? Dimana para pejabatnya? Di manakah pertentangan dunia ini? Bukankah Tuhan telah mengubah hikmah dunia ini menjadi omong kosong? Karena dunia tidak mengenal Tuhan melalui hikmat-Nya, Tuhan berkenan menyelamatkan orang-orang percaya melalui ketidaktahuan akan Injil.

Orang-orang Yahudi mencari tanda-tanda, dan orang-orang bukan Yahudi mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: batu sandungan bagi orang-orang Yahudi dan bukan-Yahudi adalah kebodohan. Tuhan. Sebab orang yang bodoh dari Allah lebih bijaksana dari pada manusia, dan orang yang lemah di hadapan Allah lebih kuat dari pada manusia (1 Kor. 1:20-25). ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kamu tidak akan pernah masuk ke dalam kerajaan surga. Matius 5:20

Waspada Pada Ahli Taurat Dan Orang Farisi Dalam Diri Kita

Dalam Matius 5:17-18, Yesus mengatakan sesuatu dengan tegas dan jelas yang sulit dimengerti: Dia datang bukan untuk menghapuskan hukum, melainkan untuk menggenapinya. Satu nomor tidak akan dihapus sampai semuanya tersedia. Oleh karena itu, barangsiapa membaca perkataan Yesus dalam Matius 5:20 di atas, kita harus menaati perintah hukum Taurat. Mereka yang menaatinya akan disebut besar di kerajaan surga; mereka yang tidak sungguh-sungguh taat akan disebut paling kecil (Matius 5:19). Yesus tidak menunjukkan bagaimana perbuatan baik menghasilkan keselamatan, namun dia memberi tahu kita hal-hal penting tentang bagaimana kita hendaknya hidup sebagai pengikut.

Sebagai orang Kristen, kita ingin hidup sesuai dengan perintah Yesus. Tapi itu sangat sulit. Mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri, bukanlah hal yang mudah, bukan berarti mustahil. Faktanya, Taurat dan para nabi didasarkan pada kedua hukum ini (Mat 22:37-40). Dari ayat pembuka di atas, terlihat bahwa Yesus menuntut suatu posisi yang mustahil bagi para pendengarnya. Jika ya, mengapa Yesus harus berkhotbah? Yesus ingin mengemukakan dua pokok pengajaran yang berbeda dalam ayat ini.

Para ahli Taurat adalah ahli dalam masalah Taurat. Orang-orang Farisi adalah kelompok yang dikenal sangat menaati hukum Taurat. Faktanya, mereka sangat berhati-hati dalam menambahkan bagian, aturan, dan regulasi tertentu ke dalam undang-undang agar tidak melanggarnya. Orang-orang Farisi, seperti para murid dan pengunjung sinagoga mereka, tahu apa yang diperlukan untuk menaati hukum, untuk menjadi “benar”. Namun, Yesus menunjukkan bahwa kebenaran ahli-ahli Taurat dan orang Farisi itu salah. Yohanes Pembaptis menyebut mereka “lahir dari batu karang” karena mereka ingin mengampuninya agar ia “berbuah” dan tidak menjadi baik di mata orang lain (Mat 3:7-8).

Orang Farisi Dan Ahli Taurat Adalah

Yesus menegur orang-orang Farisi karena terlalu memperhatikan penampilan dan dosa yang mengotori hati mereka. Seperti yang kemudian ditunjukkan Yesus dalam Matius 6:1-7, Tuhan lebih memedulikan apa yang ada di hati seseorang daripada penampilannya.

Pendosa, Bukan Tuhan!

Apa pendapatmu ketika yesus menjawab pertanyaan para ahli taurat, siapakah ahli taurat itu, orang farisi dan ahli taurat, siapakah orang farisi dan ahli taurat, orang farisi adalah, ahli taurat dalam alkitab, ahli taurat, taurat zabur injil dan alquran adalah, ingatlah dan kuduskanlah hari sabat adalah bunyi hukum taurat yang ke

You May Also Like

About the Author: Reza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *