Lirik Jawaban Hidupku

Lirik Jawaban Hidupku – Selalu ada orang yang mencintai kita. Dia suka melihat Instagram Stories kita sehingga dia bisa membalas dan mulai mengobrol. Mungkin dia juga termasuk orang yang berkata, “Ada apa denganmu?” Bahkan jika kita tidak mengatakan apa pun. Mungkin dia menyebut namamu dalam doanya

“Untuk seseorang yang sedang dalam kesulitan, berulang kali dikecewakan oleh orang yang dipercaya, dan sudah merasa tidak ada harapan atau kenyamanan, lagu ini akan sangat menyentuh hati,” kata seorang sahabat. Itu benar. Malah menurut saya lagu ini akan sangat menguatkan dan membawa harapan, kebahagiaan, kegembiraan bagi mereka yang sedang putus asa. Lagu ini adalah mahakarya bagi jiwaku. Hingga suatu sore saya dikejutkan oleh kata-kata yang menenangkan dari seorang teman lama.

Lirik Jawaban Hidupku

Lirik Jawaban Hidupku

“Sejujurnya, Pete, aku merasa tidak ada seorang pun yang bisa memahamiku. “Tidak ada seorang pun di sana yang mendengarkan saya,” katanya sambil menangis. Dia menjadi sangat putus asa dan depresi sehingga dia berpikir tidak ada orang yang cocok untuknya. Jadi apa adanya aku, aku berusaha untuk hadir bersamanya. Saya mendengarnya. Saya mencoba memahaminya. Di luar kendali, saya merasa (sedikit) kesal karena merasa tidak dianggap sebagai pendengar.

Hanya Yesus Jawaban Hidupku

Mengingatkan saya pada lagu legendaris “Hanya Yesus Jawaban Hidupku”. Benarkah itu? Jadi siapa aku? Bolehkah aku juga menjadi penolongmu, penghiburmu? Tidak bisakah saya meyakinkan anda bahwa “Kalau anda memerlukan telinga untuk mendengarkan, bahu untuk bersandar, tubuh untuk bersandar, anda pasti akan menemukan saya di garis depan,” seperti yang dinyanyikan Bung Fiersa?

Terkadang pengamalan iman kita selalu berfokus pada sosok Tuhan (Bapa, Yesus dan Roh Kudus) yang dapat membantu kita menemukan kedamaian, harapan dan kegembiraan. Kita sering diberitahu bahwa jika kita dirundung masalah hidup, datanglah kepada Tuhan. Sayang sekali jika berhenti sampai disitu saja. Mengapa karena dengan berhenti di titik ini, kita menolak keberadaan sesama kita sebagai bukti kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Bukankah Tuhan menampakkan diri pada orang-orang di sekitar kita? Semua orang di sekitar kita bisa menjadi penerus tangan Tuhan yang selalu mau menolong kita.

Pernahkah Anda mendengar cerita seseorang menangis minta tolong saat dilempar ke laut? Sebut saja Mass Dino. Mas Dino pun terhanyut di laut dan ia berdoa memohon tangan Tuhan untuk menolongnya. Usai salat, datanglah perahu nelayan dan membantunya dengan melemparkan tali penyelamat. Namun Mas Dino menjawab: “Tidak perlu, saya menunggu pertolongan Tuhan.”

Perahu nelayan itu berangkat dan tak lama kemudian kapal pesiar itu perlahan berbalik ke arah Mas Dino dan menawarinya sekoci. Namun Mas Dino berkata: “Tidak perlu, saya menunggu pertolongan Tuhan.” Akhirnya Mas Dino pergi ke kayangan lalu bertemu Tuhan. Dia langsung menuduh Tuhan, “Mengapa Engkau tidak menolongku?” Kemudian Allah menjawab: “Aku telah mengirimkan dua buah kapal untuk menolongmu. Kamulah yang menyerah. bodoh”.

Lirik Lagu Rohani

Kisah ini menjadi pembuka mata bagi kita yang belum mau menerima orang lain sebagai penolong pemberian Tuhan. Seringkali orang bijak yang kita percayai sebenarnya adalah alat Tuhan untuk menyampaikan kebenaran-Nya dan memberi kita harapan-Nya. Kita perlu sedikit lebih sensitif dan selektif untuk mendengarkan suara-suara tersebut. Namun, Anda tetap perlu berhati-hati saat menilai perkataan orang lain. Kita tidak perlu mendengar semua suara. Dan bukankah suara manusia lainnya adalah suara Tuhan?

Lalu bagaimana kita memutuskan yang satu merupakan pertolongan Tuhan melalui sesama kita dan yang lainnya bukan? Pertama, pertolongan Tuhan harus baik. Baik belum tentu sesuai dengan keinginan kita. Baik artinya sesuai dan akurat dengan kebutuhan Anda. Kedua, suatu saat Anda akan merasa bahwa suara tersebut tepat. Memang tidak mudah karena harus berkali-kali mengecek dengan kedalaman hati. Kita perlu bertanya: “Apakah perkataannya memenuhi kebutuhan saya?”, “Apakah perkataannya bermanfaat bagi saya?”, “Apa yang positif dari perkataannya?”, “Apakah ada yang negatif?” Dan pertanyaan lain sesuai kebutuhan kami.

Jadi, apakah Yesus adalah jawaban bagi hidupku? Apakah Tuhan satu-satunya jawaban atas kebahagiaan jiwaku? Iya dan tidak. Ya, karena sejak awal dan akhir jawaban atas hidup kita, kegembiraan dan kedamaian kita berasal dari Tuhan. Dialah pemilik kehidupan, yang memberi kita kedamaian di saat susah, pertolongan di saat putus asa. Dialah yang memberi kita pengharapan ketika kita bimbang akan jalan hidup. Dialah sumber integritas hidup kita.

Lirik Jawaban Hidupku

Bukan karena kita berpikir “hanya tentang Yesus” tetapi karena kita menolak tangan orang lain yang mengulurkan tangan kepada kita. Jika kita mengabaikan pertolongan orang lain karena “hanya Yesus jawaban hidupku”, itu juga nampaknya salah. Bukankah Tuhan yang begitu sayang pada kita, bersedia dan mampu menolong kita dengan cara yang lebih dari yang kita harapkan? Tuhanlah yang membantu kita menemukan kebahagiaan dalam hidup kita dengan menjadi satu dengan alam semesta. Nyalakan umat, saya kira kita semua harus ingat bahwa pertolongan Tuhan juga datang dari tangan tetangga kita 🙂

Lirik Lagu Hanya Yesus Jawaban Hidupku

Download lagu hanya yesus jawaban hidupku, hanya yesus jawaban hidupku, hanya yesus jawaban hidupku mp3 download, lagu rohani hanya yesus jawaban hidupku, lirik hidupku, hanya yesus jawaban hidupku mp3, mengiringmu seumur hidupku lirik, lirik lagu rohani hanya yesus jawaban hidupku, lagu hanya yesus jawaban hidupku, yesus jawaban dalam hidupku, hanya yesus jawaban hidupku lirik, lirik lagu hanya yesus jawaban hidupku

You May Also Like

About the Author: Reza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *