Cerpen Tentang Matematika

Cerpen Tentang Matematika – Matematika adalah monster bagi saya. Saya tidak suka. buruk sekali Dan saya merasakan tekanan ketika pelajaran tiba. Hitunglah waktu yang terus berjalan agar bel tanda pergantian jam berbunyi dengan cepat. Dia menangis karena dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Namun, saya juga sangat menyukai matematika. Dia dulunya adalah seorang idola. Aku lega saat mengetahui matematika ada di kelas terakhir sehingga aku tidak tertidur. Saya sangat bersemangat. Matematika adalah salah satu mata pelajaran favorit saya saat itu. Dibandingkan dengan kelas bahasa Indonesia, saya lebih menyukai kelas matematika. Pada waktu itu.

Cerpen Tentang Matematika

Cerpen Tentang Matematika

Matematika seringkali menjadi mimpi buruk bagi anak-anak. Padahal matematika ada dalam setiap aspek kehidupan. Sudah lama saya ingin menulis cerita tentang anak-anak yang tidak menyukai matematika. Tujuannya untuk mendorong anak agar lebih semangat dan mencintai matematika. Lalu cerita ini keluar. Cerita yang sangat pendek karena hanya satu halaman. Cerpen ini dimuat di majalah Bobo no. 06 XLV yang terbit pada 18.05.2017.

Soal & Kunci Jawaban Pelajaran Matematika Kelas 8 Smp Hal 127 131, Memahami Bentuk Penyajian Relasi

Pratinjau cerpen tersebut saya bagikan ketika diterbitkan di sini. Ini naskah asli yang saya kirimkan ke redaksi. Apa yang dimuat di majalah Bobo memiliki beberapa editor.

“Neina tidak butuh matematika,” kata Neina. Mata Neena menatap kertas yang dipegangnya. Ada nomor lima di lingkaran itu. Lima untuk ulangan matematika Neena.

Neina tidak menyukai matematika. Perhitungannya membingungkan. Sulit dan sangat rumit. Membuka buku saja tidak mengasyikkan. Terlebih lagi untuk mempelajarinya.

“Neina ingin menjadi koki.” Bikin kue dan buka toko kue ya Kak. Matematika tidak penting untuk membuat kue.” Kata Neina pada kakak Nurin. Suster Nurin tersenyum mendengarnya.

Buku 27 Cara Asyik Belajar Matematika

“Kalau begitu buktikan kalau Neina bisa melakukannya.” Neina akan membuat kue besok, Minggu. Oke?” tantang Kak Nurin yang langsung disambut Neina dengan anggukan. Kalau soal membuat kue, Neina selalu semangat. Tapi, saat belajar matematika, Neina mengantuk.

Pada hari Minggu, Kak Nurin sedang menunggu Neina di dapur. Kak Nurin bilang dia akan membuat kue ketan hitam kukus. Kak Nurin menyiapkan bahan-bahannya. Neina juga menemukan resepnya di buku resep ibunya. Sesampainya di dapur, Neina melihat bahan-bahan yang sudah disiapkan Kak Nurin.

“Kak, kenapa telurnya hanya empat?” Neina bertanya. Neina membaca resep di tangannya lagi. Ada enam butir telur yang harus Suster Nurin siapkan.

Cerpen Tentang Matematika

“Ya, Neina.” Hanya ada empat telur. – Saat sarapan, mereka membuat dua hal menjadi telur dadar – jawab Bu Nurin.

Kunci Jawaban Matematika Kelas 8 Halaman 127: Apa Yang Dimaksud Dengan Himpunan A?

“Jadi, bagaimana cara membuat kue jika tidak punya dua butir telur?” Neina menggaruk kepalanya. Dia tampak bingung.

“Sesuaikan saja bahan lainnya, Neina. Awalnya enam butir telur, sekarang empat. Ini berarti Anda menggunakan dua pertiga bahan. Jadi tepung terigu, gula pasir, mentega, dan bahan lainnya dua pertiga dari resep yang ada,” jelas Kak Nurin. Neina memandang Suster Nurin dengan bingung.

“Kami ingin membuat kue, Neina. “Saya tidak belajar matematika,” kata Kak Nurin sambil tertawa.

Neina menatap Suster Nurin dengan cemas. Kakaknya pasti sengaja mengurangi jumlah telurnya untuk menghitung ulang resep Neina. Tapi Neina mengetahui bahwa dia membutuhkan matematika. Padahal cita-citanya adalah menjadi pandai membuat kue dan membuka toko kue. Setelah itu, Neina akan semakin semangat belajar matematika. Bu Pammy, guru matematika dan wali kelasku, memberiku pekerjaan rumah yang tidak biasa. Dia tidak memberikan pekerjaan rumah perkalian atau pembagian, yang membuatku pusing dan membuatku ingin menangis karena tidak bisa. Ia lalu menjelaskan soal PR matematika yang menurutnya mudah dan menyenangkan.

Cara Menyenangkan Belajar Matematika — Sekolah Islam Plus Daarul Jannah

Sepulang sekolah, aku berhenti di sebuah warung di pinggir jalan yang aku lewati dalam perjalanan pulang. Ambil panci yang kosong, biasanya masih ada sebagian, beberapa lembar uang kertas, dan beberapa koin di dalamnya. Sampai delapan ratus meter aku berjalan berarti seribu enam belas meter, aku tahu karena Bu Pemi pernah bercerita padaku di kelas.

Simbok sepertinya sudah kembali dari turnya, meski berada di dapur, Simbok dengan jelas mendengar suara ketukan pintu dan sapaan saya yang hanya berjarak tujuh meter dari dapur.

Kegiatan favoritku sepulang sekolah selain makan adalah mencuci piring berisi minyak. Berbekal sabun dan kain basah, saya berjongkok di depan bak mandi berisi panci kotor dan mulai menggosok dan mencuci dengan sungguh-sungguh. Setelah loyangnya bersih, aku menaruhnya di atas dudukan bambu buatan ayahku. Rak-raknya sudah cukup tua, saya harus merawatnya agar tidak rusak, karena tidak ada yang membuat rak seperti dulu.

Cerpen Tentang Matematika

Aku segera berlari menuju ruang tamu dan ruang santai dimana aku meletakkan tas dan buku sekolahku. Satu kamar tidur di rumah ini penuh dengan pakaian dan barang lainnya.

Mengenal Bahasa Alam Semesta Lewat Matematika

“Hitunglah jumlah kursi yang ada di rumah, jelaskan bentuknya dan jumlah sisi datar kursi tersebut, Mbok.

Simbok bahkan tidak menjawabku tapi mengambil sesendok nasi. Simbok sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Aku juga bertanya-tanya apa yang dipikirkan Simbok. Aku yang semula duduk bersila di atas matras simbok akhirnya berdiri. Saya pergi ke pintu depan dan kemudian berjalan melewati rumah dari depan ke belakang. Tidak ada satu hal pun yang bisa saya sebut kursi.

Satu minggu berlalu, waktunya pelajaran matematika. Bu Pammy memerintahkan kami untuk mempresentasikan tugas minggu lalu. Teman-teman saya terlihat antusias mengerjakan soal yang katanya mudah. Mereka dapat menghabiskan dua hingga tiga halaman buku catatan untuk tugas ini, tidak seperti saya. Kali ini saya hanya menulis lima kata untuk pekerjaan rumah.

Cerpen tentang hari kiamat, cerpen tentang pernikahan, cerpen tentang pariwisata, cerpen matematika, cerpen tentang lingkungan bersih, cerpen tentang kesuksesan, cerpen tentang, cerpen tentang keluarga bahagia, contoh cerpen tentang liburan, cerpen singkat tentang kejujuran, cerpen tentang 3 sahabat, cerpen singkat tentang lingkungan

You May Also Like

About the Author: Reza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *