Cerita Pendek Tentang Keragaman Budaya Indonesia

Cerita Pendek Tentang Keragaman Budaya Indonesia – Pada tahun 2013, Direktorat Pembinaan Seni mengadakan kampanye Kebudayaan Nusantara. Acara ini diadakan untuk memberdayakan masyarakat agar mengetahui, mengapresiasi dan berperan aktif dalam menjaga budaya kita.

Acara ini menampilkan tradisi makanan budaya yang ada di Indonesia. Selain itu, acara tersebut juga menampilkan permainan mortir.

Cerita Pendek Tentang Keragaman Budaya Indonesia

Cerita Pendek Tentang Keragaman Budaya Indonesia

Soal Baru di B.Indonesia Tugas 1 Informasi dalam bahasa Indonesia yang dapat diperoleh dari teks nonfiksi sebelum dibaca (berdasarkan pembacaan judulnya saja) informasi yang dapat diperoleh dari membaca judul suatu teks nonfiksi secara lisan, tertulis dan Pelajari secara visual 6 A. Bacalah teks berikut dengan cermat! Sehat di sekolah, sehat di rumah Rudy dan Tia adalah siswa SD Negeri Melati, seluruh siswa SD Negeri Melati selalu diajarkan untuk menjalani pola hidup tersebut sejak dini. Kantin sekolah yang dikelola oleh orang tua menyediakan makanan sederhana namun sehat. Bubur kacang hijau, bubur ayam, bubur jagung, dan susu kedelai menjadi menu utama yang diminati pelajar. Secara bertahap mulai kelas satu petugas layanan kesehatan melakukan penyuluhan kepada siswa agar mereka memahami bahwa jajanan ada di luar sekolah. KANTEN SEKOLAH aktif menyebarkan pengetahuan tentang pola hidup bersih dan sehat serta menggerakkan warga sekitar untuk melakukannya. Bukankah ilmu yang didapat di sekolah sebaiknya ditransfer ke lingkungan? Kajian Lanjutan Buku Teks Topik 6F Kelas VI SD/MI B. Usahakan mencari kata kunci pada teks bacaan di atas lalu tuliskan perkiraan informasi yang terdapat pada teks bacaan tersebut berdasarkan kata kunci yang kamu temukan! Tuliskan pada kolom dibawah ini! Rudy dan Tia bangga menjadi siswa SD Negeri Melati. Sekolah mendidik mereka menjadi penggiat pola hidup sehat bagi lingkungan. Tak hanya di sekolah, Tia, City dan teman-temannya #1.N 2.3.4.5.mengandung banyak zat yang berbahaya bagi tubuh. Memang sekilas jajanan ini terlihat menggiurkan, namun siapa sangka pewarna, perasa atau bahan pengawet yang digunakan di dalamnya bisa memicu seribu satu penyakit yang sangat berbahaya. Setelah mendengarkan. Dimana Rudy dan Tia bersekolah? Karena adanya penyuluhan tersebut, siswa biasanya memilih jajanan sehat yang dijual di kantin dibandingkan membelinya di luar sekolah. C.Jawablah pertanyaan tentang apa yang kamu baca di atas! 1. Apa nama bacaan di atas? Jawaban: Jawaban: Hidup bersih juga merupakan skema sehari-hari yang diterapkan oleh warga sekolah. Membuang dan memungut 3. Bagaimana kabar Rudy di sekolah? tidak perlu diingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya, rutin berolahraga dan mencuci tangan. Bahkan para siswa sendiri secara spontan saling mengingatkan dan mengajak siswa lainnya untuk menerapkan pola hidup bersih. Kata kunci jawabannya: 4. Bagaimana penerapan pola hidup bersih di sekolah Rudy? Lingkungan SDN Melati terlihat bersih dan asri. Aneka pohon dan aneka bunga dirawat oleh siswa. Terdapat area apotek hidup di sudut sekolah. Para siswa sendiri menanam berbagai tanaman obat di sana. Selain mempelajari tumbuh kembang, secara berkelompok siswa mengolah hasilnya sesuai fungsi masing-masing tanaman obat. Dengan cara ini siswa merasakan 5. Siapa yang mengajarkan jajanan sehat di sekolah Rudy? sendiri, betapa bermanfaatnya hasil penanaman sebagai obat tradisional. Jawaban: Evaluasilah informasi dalam teks berdasarkan kata kunci Jawaban: Subtopik 1 Masyarakat peduli lingkungan 27​ membuat kalimat yang diawali dengan kata seharusnya atau harapan​ membuat kalimat dengan kata perilaku​ membuat teks dramatik tentang masyarakat sejahtera 6 karakter Mendefinisikan salam pembuka, pendahuluan, inti, penutup dan salam akhir Sesuai dengan teks pidato Sudin. Ketika mentari muncul dengan malu-malu di ufuk timur, aku langsung terbangun dari tidur malam yang nyenyak. Setelah itu, saya segera makan dan mandi sebelum waktu keberangkatan kereta.

Pdf) Kritik Pengarang Terhadap Penyimpangan Tradisi Tengka Dalam Cerita Pendek

Semua perlengkapan yang kusiapkan tadi malam sudah tertumpuk rapi di dalam mobil yang akan mengantarku ke stasiun.

“Hati-hati di jalanmu, anakku, dan jaga keselamatanmu di Magellan!” – kata ibuku sambil memberi nasehat. Ayahku juga memberikan nasehat kepadaku: “Ingatlah untuk selalu berdoa dan diam disana hanya 3 hari saja nak!”

“Siap Ayah dan Ibu,” jawabku sambil mencium tangan Ayah dan Ibu secara bergantian. Aku pun melambai pada Ayah dan Ibu saat kereta meninggalkan Stasiun Senen.

Sepanjang perjalanan, aku melihat semua pemandangan dari jendela kereta yang membawaku ke tempat tujuan. Hari ini aku sangat bahagia karena akan bertemu kembali dengan Cindy, Dinda dan Dini. Ini adalah teman lama saya yang sudah 5 tahun tidak saya temui.

Perbarui Literasi Keuangan Anak Lewat Cerpen Kecil Kecil Pandai Menabung

Saat masih SD saya bertemu mereka dan sampai saat ini kami masih berteman baik. Namun, setelah tamat SD, kami berpisah satu sama lain ke provinsi yang berbeda. Cindy yang kini tinggal di Padang, Dinda yang kini tinggal di Manado dan Dina yang kini tinggal di Magelang. Orang tua kami saling mengenal bahkan mempunyai hubungan dekat, sehingga sangat mudah bagi kami untuk mendapatkan izin pergi ke Magelang.

Sesampainya di rumah Dini, aku melihat teman-temanku sedang berkumpul. Aku melambaikan tanganku dan segera berlari ke arah mereka.

“Halo teman-teman, aku merindukanmu,” sapaku sambil menangis karena rasa rindu yang mendalam. “Hai Jeslyn, kami juga merindukanmu, kamu akhirnya sampai” kata Dinda. Kini mereka saling berpelukan dan melepaskan satu sama lain.

Cerita Pendek Tentang Keragaman Budaya Indonesia

Saat kami hendak melepaskannya, Bibi Amber mendatangi kami dengan senyuman di wajahnya. Kami langsung mencium tangan Bibi Amber sambil berkata, “Hai Bibi Amber, kami rindu padamu. Bagaimana kabarmu, Tan?”

Keragaman Budaya Indonesia Beserta Gambar

“Halo anak-anak, tante juga kangen sama kalian. Kabar baik tante, bagaimana kabar tante dan orang tua kalian di rumah?” ucap bibi Amber, ibu Deanie.

“Syukurlah kami dan orang tua kami baik-baik saja, Tan,” jawab Jeslin. Sambil tersenyum lebar Bibi Amber menjawab, “Alhamdulillah kamu dan orang tuamu sehat-sehat saja, oh iya, ayo ke anak-anak dan ambil barang bawaanmu! Bibi yakin setelah ini pasti banyak yang ingin kamu ceritakan padaku. “

Kami bergegas mengemas barang bawaan kami ke kamar yang diberikan Bibi Amber kepada kami. Setelah kami mengemasi barang bawaan kami, Bibi Amber mengajak kami makan siang bersama di ruang makan.

“Wah, masakan tante tidak pernah berubah dari dulu, hasilnya selalu sedap mungkin. Benarkah, teman?” Kata Cindy, aku dan Dinda pun mengacungkan jempol pada Bibi Amber tanda setuju dengan perkataan Cindy.

Ragam Suku Budaya Di Indonesia [sumber Elektronis]

Setelah makan malam kami berkumpul di ruang keluarga dan saling bercerita banyak hal. Tak terasa kami sudah cukup lama bercerita, sehingga langit pun sudah gelap menandakan hari sudah sore. Saat kami berbincang, kami bertukar cerita tentang budaya yang berbeda dengan budaya kami. “Wah, ternyata ritual adat tersebut masih sangat terpelihara di daerahmu,” kataku kagum.

“Iya Jes, supaya keturunan kita kelak bisa melihatnya juga. “Oh iya teman-teman, sekarang sudah malam, ayo tidur untuk menambah stamina sebelum berangkat ke Borobudur besok” ajak Dini.

Pagi tiba saat kami sedang sibuk mempersiapkan segala barang bawaan kami sebelum menuju ke Borobudur. Kami berangkat ke sana dengan penuh antusias karena Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan kerajaan Mataram kuno bahkan masuk dalam 10 keajaiban dunia. Jadi kita patut bangga menjadi anak Indonesia.

Cerita Pendek Tentang Keragaman Budaya Indonesia

Ketika semuanya sudah siap, kami segera masuk ke dalam mobil yang akan dikendarai oleh Bibi Amber. Bibi Amber akan membawa kita ke Candi Borobudur. Sepanjang perjalanan kami bernyanyi dan bercanda bersama hingga kami sadar bahwa kami hampir sampai di tempat tujuan.

Keberagaman Agama Dan Budaya Di Indonesia

“Hati-hati ya anak-anak, kalau suatu saat kalian butuh apa-apa telepon saja bibi kalian,” ucap bibi Amber. “Baiklah Tante,” ucap kami serempak sambil mencium punggung tangan Tante Amber.

Sesampainya di sana, kami langsung berfoto bersama dengan Candi Borobudur sebagai kenang-kenangan. Kami mengambil begitu banyak gambar sehingga kami lelah dan memutuskan untuk duduk di lantai bersama-sama memakan tempe yang dibuatkan Bibi Amber untuk kami.

“Oh iya, kenapa saya pakai bahasa Minang? “Maaf kawan, berarti cukup melelahkan,” jelas Cindy kepada kami.

Saat kami sedang berbicara dalam bahasa ibu kami, tiba-tiba seorang turis mendekati kami. “Hei, apa yang kamu lakukan? Bahasa apa yang kamu gunakan?” ucap turis itu dengan bahasa Indonesia yang tidak terlalu fasih.

Vision+ Hadirkan 10 Film Pendek Keragaman Budaya Indonesia Karya 10 Sutradara Muda

“Hai kak, kita bertemu dan berkomunikasi dalam bahasa daerah masing-masing,” jawabku pada turis tersebut. Sepertinya turis itu sedang mengetik kata-kata di gadgetnya, dia pasti menggunakan aplikasi untuk berkomunikasi dengan kami.

“Iya bisa kak, perkenalkan dulu namaku Deenie dan ini temanku yang bernama Cindy, Dinda dan Jeslyn. Siapa namamu, saudaraku?” Kata Dini memperkenalkan kami. “Namaku Caroline, senang bertemu denganmu,” jawab Suster Caroline sambil tersenyum.

Selagi kami ngobrol riang, 0m-om mendatangi kami dan memberikan brosur lomba. Ternyata lomba tersebut berlangsung di dekat Candi Borobudur. Dalam brosur lomba disebutkan bahwa ini merupakan lomba bahasa daerah. Saya dan teman-teman sangat senang bisa berpartisipasi dalam kontes ini, namun kami kekurangan 1 peserta. Pada akhirnya kami memutuskan untuk mengundang Ibu Karolina agar tim kami memiliki susunan pemain yang tepat sesuai peraturan kompetisi.

Cerita Pendek Tentang Keragaman Budaya Indonesia

“Kak, apakah kakak mau bergabung dengan tim kami untuk mengikuti kompetisi bahasa daerah ini?” Saya bertanya kepada Suster Caroline.

Contoh Sikap Menghormati Keberagaman Suku Di Indonesia, Materi Ppkn

“Tetapi saya tidak mengerti bahasa-bahasa daerah Indonesia yang berbeda-beda, saya sendiri tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia,” kata Suster Caroline dengan sedih. “Tidak apa-apa kakak, nanti kami bantu,” kata Dinda.

“Iya Kak, sudah sepantasnya kita saling membantu sesama anggota tim,” jelas Dini. “Baik, baiklah, saya mau ikut,” jawab Suster Caroline dengan senyuman di wajahnya.

Kami mendaftar untuk kompetisi tersebut dan ditempatkan di 3 grup dari 6 grup yang ada. Tentu saja kami sangat gugup saat balapan. Perlombaan sedang berlangsung

Artikel keragaman budaya indonesia, keragaman budaya indonesia adalah, keragaman budaya di indonesia, video keragaman budaya indonesia, keragaman budaya indonesia, lukisan keragaman budaya indonesia, contoh keragaman budaya indonesia, puisi keragaman budaya indonesia, artikel tentang keragaman budaya indonesia, tentang keragaman budaya indonesia, gambar tentang keragaman budaya indonesia, puisi tentang keragaman budaya indonesia

You May Also Like

About the Author: Reza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *